Commonline
ISSN
Vol. 3 / No. 2 / Published : 2014-06
Order : 4, and page :393 - 302
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
Analisis semiotika: konstruksi perlawanan pada mural “what’s next indonesia batikâ€
Author :
- Sekarayu Putrialam *1
- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract :
ABSTRAK Studi ini mengkaji membahas tentang perlawanan yang dikonstruksikan pada seni jalanan mural yakni dengan melakukan analisis semiotika Roland Barthes pada mural yang berjudul “What’s Next Indonesia Batik” karya Heri Puruhito. Mural merupakan seni jalanan dan produk subkultur yang menggunakan ruang publik untuk menyuarakan aksi perlawanan dan protes terhadap budaya dominan kapitalis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan pada mural “what’s Next Indonesia Batik” dikonstruksikan melalui penanda blangkon, wajah lelaki dengan rambut ‘gondrong’ yang menggunakan kacamata, motif-motif batik terdiri dari motif batik parang dan kawung, tagline “What’s next Indonesia Batik”, serta warna pemilihan warna seperti kuning orange muda, merah, dan hitam. Mural “What’s Next Indonesia Batik” mengkonstruk bahwa ide perlawanan pada seni jalanan merupakan perlawanan yang dilakukan dengan nilai-nilai maskulinitas. Kata kunci: analisis semiotika, seni jalanan, mural, perlawanan.
Keyword :
analisis semiotika, seni jalanan, mural, perlawanan.,
References :
Barker, C. ,(2005) Cultural Studies Theory And Practice, London. : Sage,
Barry, S. ,(2008) Jalan Seni Jalanan Yogyakarta, Yogyakarta. : Studium





